Archive for the ‘Hot Umum’ Category

Syekh Puji Nikahi Bocah 12 Tahun, Peadophilia Berkedok Agama?

28 Oktober 2008

Jakarta – Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji menikahi bocah-bocah di bawah umur. Menurut keterangan warga dan kalangan dekat Syekh Puji, saat ini baru Lutfiana Ulfa yang sudah dinikahi. Gadis berusia 12 tahun tersebut telah dinikah siri pada 8 Agustus 2008. Sementara dua bocah lainnya, akan dinikahi dalam minggu-minggu ini.

Nantinya, istri-istrinya tersebut akan dikumpulkan Syekh Puji di lingkungan ponpes Miftahul Jannah, miliknya. Di lingkungan ponpes setiap istri akan punya tugas masing-masing. Misalnya istri pertamanya, Ummi Hani (26), yang ditugasi mengurus ponpes. Sedangkan Ulfa, sejak 19 Oktober 2008 diserahi tugas mengelola PT Silenter, yang bergerak dalam bidang pembuatan kaligrafi dari kuningan. Di perusahaan tersebut Ulfa duduk sebagai general manager.

Begitu juga dua gadis cilik yang pekan ini akan dinikahinya. Keduanya, kata Syekh Puji, bakal menangani usaha-usaha yang ia miliki. “Mereka bakal mengurusi usaha yang saya miliki. Makanya akan saya didik,” jelas Puji.

‘Kumpul-kumpul bocah’ ala Syekh Puji sekalipun mendapat kecaman LSM perlindungan anak dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), tidak membuat Syekh Puji bergeming. Pria brewokan ini mengaku kalau langkahnya sesuai dengan ajaran agama.

Tapi menurut pandangan Dosen Psikologi Politik Pasca Sarjana Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk alasan itu hanya sebagai tameng belaka. Sebab secara psikologi, prilaku Syekh Puji bisa dikatakan pengidap peadophilia.

“Paedophilia adalah sifat kejiwaan manusia yang mempunyai ketertarikan kepada anak di bawah umur,” jelasnya kepada detikcom.

Pengidap penyakit ini, kata Hamdi, punya ciri-ciri antara lain, ia punya ketertarikan seksual terhadap anak-anak, baik itu balita atau anak belum akal baligh. Dan ia menyukai seks yang jarak umurnya jauh berbeda.

Dari ciri-ciri tersebut Syekh Puji bisa dibilang masuk dalam kriteria paedophilia. Sebut saja selisih usianya dengan Ummu Hani, istri pertamanya. Usia Syekh Puji saat ini menginjak 43 tahun. Sedangkan Ummu Hani baru berusia 26 tahun. Jadi usia Syekh Puji dan Ummu Hani berjarak 17 tahun. Dan sekarang ia ingin menikahi gadis berusia 12, 9, dan 7 tahun.

Rektor UIN Jakarta, Prof. Azumardi Azra juga sependapat dengan Hamdi Muluk. Menurutnya, agama seharusnya tidak dijadikan alasan pembenaran oleh Syekh Puji.

“Secara fiqih memang wanita bisa dinikahi setelah dewasa, tandanya ya menstruasi. Tapi kan ada UU Perkawinan yang mengatur batas umur minimal 17 tahun, kalau di bawah itu ya artinya menikahi anak-anak,” jawab dia usai jadi pembicara dalam diskusi yang digelar Yapto Centre di Jakarta, Kamis (23/10/2008).

Dengan demikian prilaku sang syekh ini sebenarnya bisa dikenai sanksi hukum. Sebab selain telah melanggar UU Perlindungan Anak, ia juga bisa dijerat Pasal 288 KUHP. Namun bisakah syekh dipidanakan?

“Seharusnya bisa. Polisi harusnya melakukan penyidikan terhadap kasus ini,” jelas pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar saat dihubungi detikcom.

Kendala polisi, imbuh Bambang, hanya di pihak keluarga anak-anak tersebut. Untuk itu, polisi harus melibatkan LSM, seperti Komnas Perlindungan Anak untuk menjadi jembatan. Yang terpenting anak-anak tersebut bisa diselamatkan. Sebab bila hal pernikahan anak-anak di bawah umur dibiarkan, UU Perlindungan Anak jadi tidak berarti.

Padahal di negara liberal seperti Amerika perlindungan terhadap anak mendapat perhatian sangat serius. Misalnya kasus sekte poligami di Texas, Amerika. Sekte yang dipimpin Warren Jeffs merupakan pecahan gereja Mormon yang penganut poligami.

Meski Warren dan pengikutnya selalu memakai dalil agama terkait aktivitasnya, namun April 2008 lalu, Warren dan pengikutnya ditangkap karena dianggap telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Aparat Departemen Keselamatan Publik Texas dalam pengeledahan di area ranch (peternakan) milik sekte poligami menemukan 400 anak-anak di lokasi tersebut. Mereka sengaja dipelihara di ranch tersebut untuk mau melakukan hubungan seks saat memasuki masa pubertas.

Otoritas setempat juga mendapati bukti kalau anak gadis berusia 13 tahun dinikahkan secara spiritual kepada pria yang sudah mempunyai beberapa istri. Selain itu sejumlah gadis muda yang hamil dan baru melahirkan juga ditemukan di kompleks tersebut.

Apakah prilaku Syekh Puji bisa dikategorikan seperti sekte poligami di Texas? Mungkin jauh berbeda. Tapi yang jelas, Syekh Puji telah melanggar UU Pernikahan, KUHP serta UU Perlindungan Anak.

Krimonolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala mengatakan, polisi kalau sudah mengetahui pernikahan Syekh Puji dengan gadis di bawah umur harus segera beraksi. “Polisi harus segera bertindak. Tidak perlu menunggu laporan lagi,” tegasnya.

Sumber – detikNews

Iklan

Polisi Harus Aktif Sikapi Tindakan Syekh Puji Yang Menikahi Anak Umur 12 Tahun

26 Oktober 2008

SEMARANG, – Koordinator Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Semarang, Agnes Widanti mengatakan, seharusnya polisi bertindak aktif menyikapi tindakan Syekh Puji, pengusaha dari Semarang yang telah melanggar hukum pidana dengan menikahi anak di bawah umur.
    
“Tindakan Syekh Puji telah melanggar hukum pidana karena melakukan hubungan dengan anak di bawah umur. Karena itu, polisi harus bertindak,” kata Agnes, di Semarang, Jumat (24/10).
    
Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji, pengusaha kaligrafi dari kuningan telah menikahi Lutfiana Ulfa yang baru berumur 12 tahun.
    
Agnes mengatakan, seharusnya polisi bisa bertindak aktif apalagi kejadian tersebut telah diketahui publik secara luas karena dimuat oleh media massa. “Tidak perlu ada laporan, tetapi polisi harusnya aktif,” katanya.
    
Agnes menambahkan, tindakan Syekh Puji jelas-jelas merupakan eksploitasi terhadap anak meskipun pernikahan itu disetujui wali dan orang tua. “Tapi dalam hal ini, apa anak yang bersangkutan sudah bisa berfikir logis menyikapi hal itu,” katanya.
    
Agnes menyebutkan, selain melanggar KUHP, Syekh Puji juga melanggar UU Perlindungan Anak. Pasal 26 ayat 1 poin c UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, disebutkan bahwa orang tua berkewajiban untuk tidak mengawinkan anak di bawah umur. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa definisi anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.
    
Undang-undang tentang Perlindungan Anak ini memberikan ancaman pidana dan denda bagi mereka yang mengawinkan atau mengawini anak di bawah umur, seperti diatur dalam Pasal 77 yang menyebutkan bahwa diskriminasi terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami kerugian baik materiil maupun moril sehingga menghambat fungsi sosialnya dapat dipenjara paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp100 juta.
    
Definisi anak dalam UU Perlindungan Anak ini adalah yang usianya di bawah 18 tahun.

Sumber : Antara

Dua Video Porno diproduksi Setiap Hari di Indonesia

8 Oktober 2008

Pornografi sudah begitu merajalela di Indonesia. Buktinya, hasil penelitian menunjukkan rata-rata dua video porno baru diproduksi setiap hari oleh anak muda di Indonesia, kemudian disebarluaskan melalui internet dan telepon genggam. Tindakan pornografi dalam bentuk apapun merupakan perbuatan ilegal di Indonesia dan pelakunya diancam hukuman pidana.“Saat ini telah beredar lebih dari 500 judul film porno buatan lokal, 90 persennya dibuat oleh anak-anak muda di Indonesia,” kata penulis buku ’500+ Gelombang Video Porno Indonesia’, Seno Set di Yogyakarta, Minggu (26/8). Seperti dilaporkan Antara, buku itu berisi hasil penelitian, wawancara, investigasi dan segala hal tentang fenomena pembuatan video porno secara ilegal dengan menggunakan telepon genggam di Indonesia.

“Penggunaan telepon genggam sebagai media pembuatan dan penyebaran video porno tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi hampir di seluruh wilayah negeri ini,” katanya. Menurut dia, penyebaran video porno, yang merupakan kejahatan dan perbuatan terlarang tersebut, telah menghamburkan uang yang jumlahnya tidak sedikit, dan uang tersebut menjadi keuntungan bagi pelaku bisnis video porno di internet.

Ia menyebut contoh video porno Yahya Zaini-Maria Eva telah diakses 19,6 juta kali oleh pengguna internet, dan jika sekali download dibutuhkan biaya minimal Rp1.000, maka para pengguna internet telah menghabiskan uang sedikitnya Rp19,6 miliar. Berdasarkan pengamatannya, setiap situs porno yang berada di internet menyediakan antara 300 hingga 400 koleksi video yang bisa diakses para pengguna internet. Ada yang gratis, namun ada pula yang diperjualbelikan.

Menurut dia, ada beberapa motif yang melatarbelakangi pembuatan video porno oleh kalangan muda. Di antaranya hanya sekedar iseng, karena perasaan cinta antara dua orang, adanya kamera tersembunyi, untuk tujuan komersial, dan untuk kejahatan.

“Kondisi sekarang sepertinya semakin parah, dan mulai ada indikasi motif pedofilia yaitu melibatkan anak-anak dalam pembuatan video porno,” katanya. Sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi seperti itu, Seno beserta rekan-rekannya menggalakkan kampanye “Anak Muda Indonesia: Jangan Bugil di Depan Kamera” yang mulai dilakukan sejak April 2007 di seluruh wilayah Indonesia terutama di kota-kota besar.

Buku yang diterbitkan oleh penerbit Andi Offset Yogyakarta ini diluncurkan pada Minggu (26/8) malam di Yogyakarta. Meski baru diluncurkan, buku itu telah beredar luas, dan kini akan memasuki cetakan kedua. Cetakan pertama yang disebarkan sebanyak 4.000 eksemplar.

Sumber : http://www.oyr79.com

Surat dari Bekas “Artis Porno”

8 Oktober 2008

Shelley Luben mantan aktris porno mengaku bisa keluar dari dunia gelap bernama ‘industri pornografi’ dan memilih menjadi aktivis melawan ekploitasi seksual terhadap gadis-gadis muda Amerika.

Gadis cantik, bertubuh seksi dan mata yang membangkitkan gairah seakan-akan berkata “i want You”. Itu kesan yang terlihat di setiap sampul film porno. Tapi, bisa jadi itulah tipuan terbesar sepanjang masa.

Inilah kisah dan pengakuan Shelley Luben tentang masa buruk dan seluk beluk industri maksiat itu. Tulisan ini diturunkan sebagai pelajaran bagi kita semua. Terutama para aktivis yang “menurut mata” terhadap dampak industri pornografi.

Percayalah, Aku tahu !!

“Aku dulu pernah melakukannya sepanjang waktu dan aku melakukannnya karena Nafsuku akan kekuasaan dan kecintaanku kepada uang. Aku tidak pernah menyukai seks. Bahkan Aku tidak menginginkannya dan faktanya aku lebih banyak minum Jack Daniels (jenis minuman alkohol import original. Sejenis Jhonny Walker yang juga masuk Indonesia, red) daripada bersama para pria yang dibayar seperti aku untuk “berpura-pura” di film.

Ya Benar tidak ada diantara kami –gadis-gadis blonde yang menyukai being in porn movie. Kami benci disentuh oleh orang asing yang sama sekali tidak peduli dengan kami. Kami benci dianggap rendah oleh mereka, laki-laki dengan keringat dan bau busuknya. Beberapa diantara kami sering sampai muntah di kamar mandi saat break syuting. Sedangkan yang lainnya berusaha menenangkan diri dengan merokok Marlboro tanpa henti.

Tapi porn industry (industri pornografi) ingin agar kamu selalu berpikir kalau kami artis porno sangat menyukai seks. Mereka ingin kamu percaya bahwa kami senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis adegan di film.

Kenyataannya, artis porno sering tidak tahu apa saja adegan yang akan mereka lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting dan kami hanya diberi dua pilihan oleh produser: “Lakukan atau Pulang Tanpa Bayaran. Kerja atau tidak akan bisa kerja lagi.”

Iya memang benar kami punya pilihan.

Beberapa diantara kami memang sangat memerlukan uang. Tapi kami dimanipulasi, dipaksa bahkan diancam.

Beberapa diantara kami terjangkit AIDS karena profesi ini. Atau tertular herpes dan berbagai macam penyakit kelamin lain yang sukar disembuhkan. Salah seorang artis film porno setelah syuting dengan menahan sakit sepanjang hari setelah sampai dirumah menembak kepalanya dengan pistol.

Kebanyakan dari artis porno mungkin berasal dari keluarga yang berantakan dan pernah mengalami pelecehan seksual dan perkosaan dari keluarga atau tetangganya sendiri. Saat kami kecil kami hanya ingin bermain dengan boneka, bukan mendapatkan trauma saat seorang laki-laki dewasa berada diatas tubuh kami.

Jadi sejak kecil kami belajar bahwa seks bisa membuat kami berharga. Dan dengan semua pengalaman mengerikan itu kami menipu kalian di depan kamera padahal sebenarnya kami membenci di setiap menitnya.

Karena trauma itu kebanyakan artis porno hidupnya tergantung kepada alkohol dan narkotika. Dan hidup kami juga selalu diliputi ketakutan akan terjangkit HIV atau penyakit kelamin lainnya seperti; Herpes, gonorrhea, syphilis, chlamydia, dll. setiap hari menghantui kami.

Menurut catatan Shelley dalam situs web nya. Sebelas bintang pornografi mati akibat HIV, bunuh diri, pembunuhan dan obat pada tahun 2007. Antara 2003 dan 2005, 976 orang pemain dilaporkan dengan 1.153 hasil positif STD. 66% dari pemain pornografi terkena Herpes, penyakit yang tak dapat disembuhkan.

Memang setiap bulan kami diperiksa tapi kamu tahu, kalau hal tersebut tidak akan bisa mencegah kami tertular penyakit-penyakit mematikan itu. Selain penyakit, adegan syuting tidak kalah mengerikannya, banyak dari kami mengalami luka sobek atau luka pada organ tubuh bagian dalam kami.

Diluar syuting kami sering berharap bisa menjalani hidup yang normal. Tapi sangat sulit menjalin hubungan yang normal dengan laki-laki ‘biasa’, maka dari itu kebanyakan dari kami menikah dengan sutradara film porno atau menjalani hidup sebagai lesbian.

Buat aku, momen yang tidak akan terlupakan adalah ketika tanpa sengaja anak perempuanku melihat ibunya yang telanjang sedang berciuman dengan gadis lain. Anakku pasti akan terus mengingatnya juga.

Pada hari yang lain kami bisa berubah seperti zombie dengan botol bir di tangan kanan dan gelas wisky di tangan kiri. Kami tidak suka bersih-bersih jadi sering kali kami harus menyewa pembantu untuk membersihkan kotoran kami. Selain itu artis porno benci memasak sendiri. Biasanya kami memesan makanan yang kemudian kami muntahkan lagi karena kebanyakan dari kami menderita bulimia, semacam gejala lapar yang tidak pernah terpuaskan.

Bagi artis porno yang memiliki anak, kami adalah ibu yang paling buruk. Kami menjerit dan bahkan memukul anak kami tanpa alasan. Seringkali saat kami begitu mabuknya sampai-sampai anak kami yang berumur 4 tahun yang menyeret kami dari lantai. Dan ketika ada tamu (kebanyakan karena alasan seks) kami harus mengunci anak kami terlebih dulu dikamar dan menyuruh mereka untuk diam.

Kalau aku biasa membekali anak gadisku dengan pager dan kusuruh dia menungguku di taman sampai aku selesai dengan tamuku.”

Semua Tipuan…

“Kalau kamu bisa melihat lebih dalam kehidupan artis film porno mungkin kamu akan kehilangan minat menonton film porno. Kenyataan sebenarnya kami artis film porno ingin mengakhiri semua rasa malu ini dan semua trauma dalam hidup kami. Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukannya sendiri.

Kami berharap kalian kaum pria membantu kami, memperjuangkan kebebasan dan kehormatan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami menghapus air mata dan menyembuhkan luka di hati kami. Kami berharap kalian mau berdoa untuk kami dan semoga Tuhan akan mendengar dan mengampuni semua kesalahan kami di masa lalu.

Industri film porno tidak lebih dari “seks palsu” dan “tipuan kamera”. Percayalah…….!

[Kiriman Abidin MA diambil dari situs http://www.shelleylubben.com Tulisan ini didedikasikan oleh Shelley untuk semua aktris pornografi yang terjangkit HIV, meninggal akibat overdosis atau bunuh diri]

Nonton Film Porno Di Atas Pesawat

8 Oktober 2008

Kini orang-orang Amerika bebas mengakses film porno dan melihat foto-foto bugil di internet.

Beberapa maskapai penerbangan di Amerika kini memiliki fasilitas WiFi dan memungkinkan penumpang menggunakan fasilitas internet di atas pesawat sambil menunggu tiba di tujuan Beberapa maskapai perusahaan membuka akses internet sebebas-bebasnya sementara beberapa maskapai lain memblokir beberapa jenis content yang dianggap tidak pantas.

American Airlines adalah perusahaan maskapai penerbangan Amerika pertama yang membuka content bebas di pesawat. Artinya setiap penumpang yang mengunakan dan membuka seluruh layanan internet di pesawat termasuk membuka situs-situs porno.

Sementara itu, JetBlue Airways memilih untuk memblokir beberapa website yang mengandung unsur pornografi. Continental Airways berencana mengikuti jejak JetBlue memfilter beberapa content internet di pesawat.

Jika penumpang bersama anak kecil duduk bersebelahan seorang penumpang yang sedang berinternet ria dengan membuka situs porno maka anda bisa mengajukan protes kepada pramugari pesawat agar penumpang tersebut menghentikan kegiatannya.

Pembukaan akses internet tidak terbatas di Amerika menimbulkan kontroversi dan perdebatan antara pihak maskapai dengan Asosiasi pekerja pesawat di negara tersebut. “Anda bebas mengakses apa saja di atas pesawat ini,” ujar Tim Maxwel, Direktur Pemasaran Aircell, sebuah perusahaan penyedia jasa internet di Amerika.

Sara Nelson dari United Airlines’ union, Association of Flight Attendants-Communications Workers of America keberatan dengan pembukaan akses tidak terbatas tersebut. “Meminta pramugari untuk menegur penumpang yang membuka situs porno adalah masalah besar bagi kami,” ujarnya –

Sumber :  http://www.konseling.net

Friendster Dukung Aplikasi dari Komunitas Pengembang Facebook

7 Oktober 2008

Friendster Sekarang Jaringan Sosial Utama Pertama Yang Menyebarkan Baik Standar Platform OpenSocial maupun Facebook bagi Para Pengembang di Seluruh Dunia

SAN FRANCISCO, 3 Oktober (ANTARA/PRNewswire-AsiaNet) — Friendster Inc., situs web yang masuk jajaran 10 besar dunia berdasarkan lalu-lintas (traffic) sekaligus jaringan sosial nomor satu di Asia,* hari ini mengumumkan telah menyebarkan dukungan bagi Platform Facebook di http://www.friendster.com sebagai bagian dari Program Pengembang Friendster. Puluhan ribu pengembang sekarang dapat memperkenalkan aplikasi dan fitur yang mereka buat di Platform Facebook kepada 80 juta pengguna Friendster di seluruh dunia. Friendster adalah jaringan sosial utama pertama sekaligus situs web sosial dari jenis mana saja yang menyebarkan baik standar industri de facto OpenSocial maupun Facebook untuk keuntungan pengguna Friendster dan komunitas pengembang. Dengan dukungan aplikasi pengembang di Facebook dan peluncuran dukungan OpenSocial baru-baru ini, perusahaan dan pengembang perorangan kini dapat menggunakan dengan mudah Platform Facebook, API OpenSocial atau API yang dikembangkan Friendster untuk menyebarkan aplikasi, atau “apps” mereka, di Friendster. Dengan lebih dari 60 juta dari 80 juta penggunanya di Asia, Program Pengembang Friendster kini memberikan cara mudah bagi pengembang untuk menjangkau kelompok terbesar pengguna internet pada satu jaringan sosial di Asia. Aplikasi pengembang di jaringan Friendster memperkaya pengalaman pengguna dengan menyediakan ratusan fitur baru dan menarik untuk digunakan dan dibagi, dengan fitur baru yang ditambahkan setiap pekannya. Ratusan fitur baru ini berupa musik, permainan, avatar tiga dimensi, dunia dan pengalaman maya, obrolan kelompok, video, foto, olahraga, acara televisi, hiburan, serta berita dan informasi. Bagi pengguna Friendster, aplikasi memberikan cara lain untuk berhubungan dengan teman dengan menggunakan dan merekomendasikan aplikasi baru. Program Pengembang Friendster memungkinkan Friendster memperkenalkan sejumlah besar fitur baru dan inovatif kepada penggunanya yang dibuat di luar oleh para pengembang. Dengan ini, Friendster menjadi platform bagi pengembang pihak ketiga untuk memperluas jangkauan dan distribusinya. “Dukungan Friendster atas baik platform Facebook maupun OpenSocial merupakan keberhasilan besar bagi pengembang bisnis dan perorangan, dan juga bagi para pemakai Friendster,” kata David Jones, wakil presiden bidang pemasaran global Friendster. “Bagi pengembang yang telah menginvestasikan sumber daya dalam mengembangkan dan meluncurkan app Facebook, Friendster kini telah mempermudah mereka ‘memasang’ aplikasi ini ke Friendster, sehingga memungkinkan mereka memanfaatkan 80 juta pemakai Friendster. Bagi perusahaan Web 2.0 yang telah mengembangkan apps menggunakan Facebook dan API OpenSocial, mereka sekarang punya fleksibilitas untuk memilih antara pendekatan apabila meluncurkan aplikasi di Friendster.” Friendster merupakan tujuan yang menarik bagi komunitas pengembang untuk meluncurkan aplikasi yang sudah ada atau baru, karena banyak pengguna Friendster tidak bertumpang tindih dengan pemakai jaringan sosial lain. Contohnya, Friendster hanya bertumpang tindih 22% dengan Facebook,* oleh karenanya 78% dari 57 juta pengunjung unik bulanan Friendster** — atau 45 juta pengunjung unik bulanan — menambah jumlah pengembang Facebook. Di samping itu, para pengembang bebas menguangkan aplikasi mereka menggunakan model keuangan mana saja di Friendster. Iklan dibolehkan di mana saja dalam suatu aplikasi, termasuk halaman profil pengguna, yang memberi potensi bagi peningkatan dramatis kunjungan ke halaman (page view) dan pendapatan yang berhubungan dari iklan. Friendster juga membuat dukungan viral penuh bagi pengembang, sehingga pemakai dapat berbagi aplikasi dengan cepat dan mudah dengan teman di Friendster. Pengembang dapat memasang dengan mudah aplikasi Facebook mereka pada Friendster dalam waktu beberapa jam atau hari. Pengembang dapat masuk ke http://www.friendster.com/developer untuk keterangan tambahan, unduhan dan memasukkan kumpulan API Facebook dalam kode mereka (lihat Downloads), dan memperoleh kunci API menggunakan formulir web swalayan kami (lihat Get API Key). Kebanyakan aplikasi mudah dipasang pada Friendster, dengan yang termudah adalah yang menggunakan metode API, cantelan FBML, keterangan FQL atau FBJS yang disebarkan sebagai bagian dari keluaran utama ini. Rincian dan dokumentasi tambahan terdapat di http://www.friendster.com/developer. Dukungan Platform OpenSocial dan Facebook merupakan dua peningkatan utama atas Program Pengembangan Friendster yang telah berhasil, yang diluncurkan pada akhir tahun 2007. Friendster baru jaringan sosial utama kedua yang meluncurkan platform pengembang kuat yang, saat ini, telah berhasil bagi pengguna maupun pengembang. Sejak diluncurkan, lebih dari 12 juta pemakai unik telah menambahkan aplikasi, dan sekitar setengah juta aplikasi tengah ditambahkan oleh pemakai pada halaman profil mereka setiap hari. Saat ini terdapat ribuan pengembang yang mendaftar untuk memperoleh Program Pengembang Friendster, kasarnya 2.000 anggota Kelompok Platform Pengembang Friendster di Friendster, lebih dari 600 aplikasi telah disebarkan di Friendster, dan ribuan lagi saat ini tengah dikembangkan oleh pengembang pihak ketiga. Friendster menggunakan keluaran Platform Terbuka Facebook yang tersedia untuk umum menurut izin standar. Facebook menyadari pelaksanaan ini. Friendster Memimpin di Asia dan Masuk dalam Jajaran 10 Besar Website Dunia Friendster adalah jaringan sosial No. 1 di Asia,* dengan lebih dari 60 juta pengguna yang terdaftar dan lebih dari 45 juta pengunjung unik setiap bulan dari Asia.** Asia adalah pasar terbesar pengguna Internet (di Asia terdapat 38% pengguna Internet dunia sementara di AS hanya 22%), dan Asia merupakan kawasan yang berkembang paling pesat di dunia. Friendster punya pengguna setia yang bertambah banyak di seluruh Asia di 10 besar negara Asia Pasifik ini: Australia, China, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura dan Korea Selatan. Friendster adalah 10 besar situs web global dan jaringan sosial terbesar ketiga di dunia dalam hal lalu-lintas, dengan lebih dari 19,4 miliar page view per bulan.* Friendster No.1 dalam hal “user engagement” di antara lima besar jaringan sosial terbesar di dunia dengan rata-rata 190 menit per pengunjung per bulan. Tentang Friendster Dengan lebih dari 75 juta anggota di seluruh dunia, Friendster adalah jaringan sosial online global terkemuka. Friendster memfokuskan pada membantu orang-orang untuk tetap berhubungan dengan teman-teman dan menemukan orang-orang dan hal-hal baru yang penting bagi mereka. Orang dewasa berusia di atas 18 tahun yang mengakses Internet memilih Friendster untuk berhubungan dengan teman, keluarga, sekolah, kelompok sosial, kegiatan dan minat. Friendster bangga dapat menghadirkan lingkungan ramah interaktif yang mudah digunakan, tempat pengguna terhubung secara mudah dengan siapa saja di seluruh dunia melalui http://www.friendster.com atau m.friendster.com dari peralatan mobile yang terhubung dengan Internet. Friendster memperoleh portofolio hak paten jaringan sosial yang jumlahnya terus meningkat, dengan beberapa hak paten baru diharapkan akan diperoleh dalam beberapa bulan mendatang. Dengan kantor pusat di San Francisco, Friendster didukung oleh Kleiner Perkins Caufield & Byers, Benchmark Capital, DAG Ventures, IDG Ventures dan sejumlah investor perorangan.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: www.friendster.com.

*comScore Media Metrix, June 2008 ** Google Analytics and Friendster Internal Data, July 2008

SUMBER: Friendster, Inc.

KONTAK: Lerin O’Neill dari The Hoffman Agency +1-408-975-3037 Ponsel: +1-408-832-7083 press@friendster.com untuk Friendster

Situs Web: http://www.friendster.com COPYRIGHT © 2008

“Filter Situs Asusila” Sudah Bisa Di-download

14 April 2008

situsporno

JAKARTA – Departemen Komunikasi dan Informasi hari ini meluncurkan software yang dapat digunakan untuk menutup akses ke situs-situs porno. Software ini disebut Filter Situs Asusila. 

Dalam kesempatan ini juga, Depkominfo melakukan demo download software tersebut. Software dapat diakses secara gratis melalui situs depkominfo di www.depkominfo.go.id . Link download terdapat di sisi kanan situs dalam blok berwarna biru.

“Klik saja folder ‘Filter Situs Asusila’, di dalamnya ada aplikasi berbentuk zip dan panduan sosialisasi yaitu panduan bagaimana cara menginstall,” ujar salah satu staf yang melakukan demo kepada pers tentang penutupan konten film Fitna dan demo software anti pornografi, Jumat (11/4).

Menteri Komunikasi dan Informasi Muh.Nuh mengatakan bahwa Depkominfo akan segera mensosialisasikan akses untuk men-download software berukuran 5 MB ini. Masyarakat juga akan diajak untuk berpartisipasi dalam pemberantasan situs-situs pornografi dengan melaporkannya melalui email.

“Kita akan lakukan gerakan massal dengan sekolah, Diknas, departemen, dan lembaga sosial keagamaan. Dari situ saya berharap biosis mitosis,” ujar Nuh untuk menjelaskan bagaimana upaya kerja sama ini dapat terus berkembang di lingkungan lain seperti pembelahan yang terjadi pada hewan amoeba. Nuh menambahkan, dalam upaya memberantas pornografi di Indonesia, peluncuran software ini ke masyarakat adalah bagian dari upaya tanggung jawab teknis yang bisa dilakukan oleh pemerintah.

Sementara itu jurbicara Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) , Ismawan, melihat bahwa masyarakat juga harus turut mendukung melalui tanggung jawab moral, seperti yang dijelaskan Menkominfo sebelumnya. “Ini tidak hanya bisa pemerintah saja yang tangani, tapi ini masalah kita bersama,” ujar Ismawan. (LIN)

Source: Kompas.com  

Friendster Yakin 99,9 Persen Bebas Gambar Porno

12 April 2008

JAKARTA, KAMIS – Friendster yakin situsnya bebas dari materi pornografi sehingga tidak akan menghadapi masalah pemblokiran di Indonesia. Hal tersebut disampaikan David Jones, Vice President of Global Marketing Friendster di sela-sela peluncuran Friendster edisi Bahasa Indonesia di Blitz Megaplex, Jakarta, Kamis (10/4).

Penyedia layanan jaringan sosial online terbesar di Indonesia itu telah menjalankan prosedur penyaringan yang membuat mater-materi pornografi sulit ditampilkan di situsnya. Pemantauan terhadap konten yang muncul di Friendster dilakukan baik secara manual oleh staf-stafnya maupun secara otomatis dengan software yang akan menyaring gambar porno.

“Kami sejak awal sudah menetapkan untuk melarang pornografi, SARA, dan bicara kasar sehingga ini menjadi pegangan pertama bagi pengguna Friendster,” ujar Jones.

Untuk menghindari risiko penyalahgunaan aturan tersebut, pihaknya juga menyediakan email pengaduan sehingga setiap pengguna dapat melaporkan materi pronografi yang ditemukannya di jaringan Friendster. Dari laporan inilah, para staf Friendster akan melakukan verifikasi.

friendster

Jones mengatakan saat ini terdapat 9 orang staf yang bekerja memantau konten tersebut, 5 orang di San Fransisco dan 4 orang di Manila yang bekerja 24 jam secara bergantian. Selain dari laporan tersebut, mereka juga melakukan pemantauan rutin terhadap foto-foto yang paling sering dikunjungi, seperti kategori populer dan foto-foto di halaman Fan Profiles.

Tidak tanggung-tanggung, jumlah foto yang harus dipantau rata-rata sudah lebih dari 50 juta setiap hari. Pengguna yang ketahuan terlalu sering memasang gambar porno bisa dihapus profilnya. Meski demikian, Jones yakin foto-foto porno bisa dicegah seminimal mungkin.

“Saya yakin 99,9 persen tidak ada pornografi di Friendster,” ujarnya penuh optimistis. Ia yakin para pengguna Friendster sejak awal adalah orang-orang yang ingin membangun perkawanan sebenarnya sehingga mereka akan menjaga jaringan sosialnya bersih dari hal-hal yang tidak mengenakkan.

Source: Kompas.com

100.000 Website Porno Memakai Model Anak-anak

12 April 2008

childporn

TEMANGGUNG – Dari 4,2 juta website porno yang beredar di seluruh dunia, sebanyak 100.000 website diantaranya memakai model anak-anak berusia di bawah 18 tahun. Sebagian besar diantaranya, bahkan ditengarai adalah anak-anak Indonesia.

Demikian hasil survei tahun 2006, dari Top Ten Review, yang dituturkan oleh Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Masnah Sari, dalam acara sosialisasi Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak-anak di Kabupaten Temanggung, Rabu (9/2).

Masnah mengatakan bahwa gambar-gambar yang ditampilkan dalam website dengan model anak-anak itu, cukup bervariasi. “Selain memperlihatkan figur telanjang anak, beberapa gambar juga menampilkan adegan hubungan seksual yang dilakukan orang dewasa terhadap anak-anak atau biasa disebut paedofilia,” ujarnya.

Pengambilan gambar anak-anak sebagai obyek seks terutama pada kasus paedofilia, banyak dilakukan oleh warga  negara asing. Di Surabaya misalnya, menurut Masnah, sekelompok anak-anak pernah disekap dan disuguhi video atau gambar-gambar porno. “Ketika mereka sudah terpancing dan merasa terangsang, maka orang dewasa yang menyekap itu, akan lebih mudah untuk mengajak anak-anak berhubungan seks dengan meniru gambar dan adegan yang telah ditonton sebelumnya,” ujarnya.

Mengajak anak-anak untuk melakukan itu, juga bukan hal yang sulit, hanya cukup dengan diberi iming-iming permen atau sedikit uang. Kondisi ini banyak terjadi di Bali, dan kota-kota besar lainnya seperti Jakarta dan Tangerang.

Tidak hanya sekedar diajak, pada masa sekarang ini, anak-anak pun dapat dengan mudah menjalankan perilaku seksual layaknya orang dewasa, atas kemauan sendiri. “Dalam hal ini, yang menjadi obyek atau korban, adalah teman-teman sebaya dari lingkungan sekitar, sekolah atau bahkan kerabatnya sendiri,” ujarnya.

Sebagai contoh kasus, Masnah menuturkan bahwa pada tahun 2006, seorang murid kelas enam SD hamil akibatnya diperkosa kerabatnya berusia sebaya. Selain itu, pada tahun yang sama, tiga remaja di Ambon yang masih berusia di bawah 15 tahun, terpaksa divonis 4-10 bulan penjara karena telah memperkosa anak usia lima tahun.

Hal ini, menurut Masnah, dipicu karena makin tidak terkontrolnya tayangan, gambar, dan produk-produk pornografi lain beredar dan ditonton oleh anak-anak sejak usia dini.

Berdasarkan hasil survei pada Januari-Desember 2007, yang dilakukan Yayasan Kita dan Buah Hati terhadap 1.705 siswa kelas 4,5, dan 6 se-Jabodetabek, media terbanyak yang dipakai untuk mengakses pornografi adalah games, disusul berikutnya komik, film/televisi, dan situs-situs di internet.(Regina Rukmorini)

Source: Kompas.com

Hujan Es Melanda Bandung dan Jabotabek

30 Maret 2008

Hujan es mengguyur sejumlah kota di Jawa. Setelah Bekasi, hujan es  juga terjadi di Bandung, Jawa Barat. Di kota Bandung, hujan es terjadi pada pukul 13.15 WIB, Minggu (30/3/2008).

Awalnya hujan deras terjadi biasa saja. Namun tiba-tiba saja, tang, tung,  tang, tung, tang, suara sangat gaduh. Butiran-butiran benda keras menghantam  atap rumah.

Warga kota kembang pun panik. Mereka berhamburan keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi. “Allahu akbar! Allahu akbar!” teriak ibu Apong, warga Batu Nunggal, Bandung Kidul. Ibu Apong sangat kaget dengan suara yang berasal dari atap rumahnya yang terbuat dari seng.

“Seperti dihujani peluru,” cerita ibu Apong. Di Bandung, butiran es yang jatuh berukuran sebesar kelereng bahkan ada yang lebih besar lagi, atau lebih besar dari 1 centi meter.

Suara gaduh akibat hujan es berlangsung sekitar 15 menit. Sekitar pukul 14.00 WIB, suara gaduh berhenti. Hujan memang masih deras, namun tidak lagi disertai es. Di Jalan Waas, Batu Nunggal, hujan mengakibatkan banjir hingga sedengkul.

Hujan es dalam ilmu meteorologi disebut juga hail. Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat dingin di atmosfer pada lapisan di atas freezing level. Es yang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar. Karena ukurannya, walaupun telah turun ke aras yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat tidak semuanya mencair. Hujan es tidak hanya terjadi di negara sub-tropis, tapi bisa juga terjadi di daerah ekuator.

Proses lain yang dapat menyebabkan hujan adalah riming, dimana uap air lewat dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terjadilah es dengan ukuran yang besar.

 (detik.com)