Fahrani Telanjang Dada Dengan Bule

16 Desember 2008

fahrani

Beberapa waktu yang lalu, foto-foto topless Fahrani muncul di internet. Bahkan ada foto pelukan Fahrani dengan pria-pria bule di sebuah pantai. Fahrani tidak mau ambil pusing dan cuek. Menurutnya, itu hak pribadinya dan bukan untuk konsumsi publik. Jadi, ia merasa tidak bersalah.

Toh, Fahrani juga tidak pernah difoto topless untuk model. Lagipula Fahrani juga topless di pantai yang memang tempatnya orang untuk nude. Fahrani tidak salah, yang mengambil gambar Fahrani dan menyebarkan via internet saja yang usil. Makanya, wajar Fahrani biasa-biasa saja.

Menurut Fahrani, teman-teman pria bulenya itu juga bukan lelaki normal alias gay. Jadi, Fahrani memang cuek foto berpelukan dengan teman-teman prianya tersebut karena yakin nggak akan nyetrum.

Bagi Fahrani, tampil topless di pantai nude beach itu hal biasa. Karena menurutnya, justru akan aneh kalau orang ke pantai itu mengenakan bikini lengkap. Tapi Fahrani mengaku lain kali akan lebih berhati-hati lagi agar foto-foto pribadinya tidak lagi menyebar ke umum.

Sumber: http://gponsel.com

Syekh Puji Nikahi Bocah 12 Tahun, Peadophilia Berkedok Agama?

28 Oktober 2008

Jakarta – Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji menikahi bocah-bocah di bawah umur. Menurut keterangan warga dan kalangan dekat Syekh Puji, saat ini baru Lutfiana Ulfa yang sudah dinikahi. Gadis berusia 12 tahun tersebut telah dinikah siri pada 8 Agustus 2008. Sementara dua bocah lainnya, akan dinikahi dalam minggu-minggu ini.

Nantinya, istri-istrinya tersebut akan dikumpulkan Syekh Puji di lingkungan ponpes Miftahul Jannah, miliknya. Di lingkungan ponpes setiap istri akan punya tugas masing-masing. Misalnya istri pertamanya, Ummi Hani (26), yang ditugasi mengurus ponpes. Sedangkan Ulfa, sejak 19 Oktober 2008 diserahi tugas mengelola PT Silenter, yang bergerak dalam bidang pembuatan kaligrafi dari kuningan. Di perusahaan tersebut Ulfa duduk sebagai general manager.

Begitu juga dua gadis cilik yang pekan ini akan dinikahinya. Keduanya, kata Syekh Puji, bakal menangani usaha-usaha yang ia miliki. “Mereka bakal mengurusi usaha yang saya miliki. Makanya akan saya didik,” jelas Puji.

‘Kumpul-kumpul bocah’ ala Syekh Puji sekalipun mendapat kecaman LSM perlindungan anak dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), tidak membuat Syekh Puji bergeming. Pria brewokan ini mengaku kalau langkahnya sesuai dengan ajaran agama.

Tapi menurut pandangan Dosen Psikologi Politik Pasca Sarjana Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk alasan itu hanya sebagai tameng belaka. Sebab secara psikologi, prilaku Syekh Puji bisa dikatakan pengidap peadophilia.

“Paedophilia adalah sifat kejiwaan manusia yang mempunyai ketertarikan kepada anak di bawah umur,” jelasnya kepada detikcom.

Pengidap penyakit ini, kata Hamdi, punya ciri-ciri antara lain, ia punya ketertarikan seksual terhadap anak-anak, baik itu balita atau anak belum akal baligh. Dan ia menyukai seks yang jarak umurnya jauh berbeda.

Dari ciri-ciri tersebut Syekh Puji bisa dibilang masuk dalam kriteria paedophilia. Sebut saja selisih usianya dengan Ummu Hani, istri pertamanya. Usia Syekh Puji saat ini menginjak 43 tahun. Sedangkan Ummu Hani baru berusia 26 tahun. Jadi usia Syekh Puji dan Ummu Hani berjarak 17 tahun. Dan sekarang ia ingin menikahi gadis berusia 12, 9, dan 7 tahun.

Rektor UIN Jakarta, Prof. Azumardi Azra juga sependapat dengan Hamdi Muluk. Menurutnya, agama seharusnya tidak dijadikan alasan pembenaran oleh Syekh Puji.

“Secara fiqih memang wanita bisa dinikahi setelah dewasa, tandanya ya menstruasi. Tapi kan ada UU Perkawinan yang mengatur batas umur minimal 17 tahun, kalau di bawah itu ya artinya menikahi anak-anak,” jawab dia usai jadi pembicara dalam diskusi yang digelar Yapto Centre di Jakarta, Kamis (23/10/2008).

Dengan demikian prilaku sang syekh ini sebenarnya bisa dikenai sanksi hukum. Sebab selain telah melanggar UU Perlindungan Anak, ia juga bisa dijerat Pasal 288 KUHP. Namun bisakah syekh dipidanakan?

“Seharusnya bisa. Polisi harusnya melakukan penyidikan terhadap kasus ini,” jelas pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar saat dihubungi detikcom.

Kendala polisi, imbuh Bambang, hanya di pihak keluarga anak-anak tersebut. Untuk itu, polisi harus melibatkan LSM, seperti Komnas Perlindungan Anak untuk menjadi jembatan. Yang terpenting anak-anak tersebut bisa diselamatkan. Sebab bila hal pernikahan anak-anak di bawah umur dibiarkan, UU Perlindungan Anak jadi tidak berarti.

Padahal di negara liberal seperti Amerika perlindungan terhadap anak mendapat perhatian sangat serius. Misalnya kasus sekte poligami di Texas, Amerika. Sekte yang dipimpin Warren Jeffs merupakan pecahan gereja Mormon yang penganut poligami.

Meski Warren dan pengikutnya selalu memakai dalil agama terkait aktivitasnya, namun April 2008 lalu, Warren dan pengikutnya ditangkap karena dianggap telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Aparat Departemen Keselamatan Publik Texas dalam pengeledahan di area ranch (peternakan) milik sekte poligami menemukan 400 anak-anak di lokasi tersebut. Mereka sengaja dipelihara di ranch tersebut untuk mau melakukan hubungan seks saat memasuki masa pubertas.

Otoritas setempat juga mendapati bukti kalau anak gadis berusia 13 tahun dinikahkan secara spiritual kepada pria yang sudah mempunyai beberapa istri. Selain itu sejumlah gadis muda yang hamil dan baru melahirkan juga ditemukan di kompleks tersebut.

Apakah prilaku Syekh Puji bisa dikategorikan seperti sekte poligami di Texas? Mungkin jauh berbeda. Tapi yang jelas, Syekh Puji telah melanggar UU Pernikahan, KUHP serta UU Perlindungan Anak.

Krimonolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala mengatakan, polisi kalau sudah mengetahui pernikahan Syekh Puji dengan gadis di bawah umur harus segera beraksi. “Polisi harus segera bertindak. Tidak perlu menunggu laporan lagi,” tegasnya.

Sumber – detikNews

Polisi Harus Aktif Sikapi Tindakan Syekh Puji Yang Menikahi Anak Umur 12 Tahun

26 Oktober 2008

SEMARANG, - Koordinator Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Semarang, Agnes Widanti mengatakan, seharusnya polisi bertindak aktif menyikapi tindakan Syekh Puji, pengusaha dari Semarang yang telah melanggar hukum pidana dengan menikahi anak di bawah umur.
    
“Tindakan Syekh Puji telah melanggar hukum pidana karena melakukan hubungan dengan anak di bawah umur. Karena itu, polisi harus bertindak,” kata Agnes, di Semarang, Jumat (24/10).
    
Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji, pengusaha kaligrafi dari kuningan telah menikahi Lutfiana Ulfa yang baru berumur 12 tahun.
    
Agnes mengatakan, seharusnya polisi bisa bertindak aktif apalagi kejadian tersebut telah diketahui publik secara luas karena dimuat oleh media massa. “Tidak perlu ada laporan, tetapi polisi harusnya aktif,” katanya.
    
Agnes menambahkan, tindakan Syekh Puji jelas-jelas merupakan eksploitasi terhadap anak meskipun pernikahan itu disetujui wali dan orang tua. “Tapi dalam hal ini, apa anak yang bersangkutan sudah bisa berfikir logis menyikapi hal itu,” katanya.
    
Agnes menyebutkan, selain melanggar KUHP, Syekh Puji juga melanggar UU Perlindungan Anak. Pasal 26 ayat 1 poin c UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, disebutkan bahwa orang tua berkewajiban untuk tidak mengawinkan anak di bawah umur. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa definisi anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.
    
Undang-undang tentang Perlindungan Anak ini memberikan ancaman pidana dan denda bagi mereka yang mengawinkan atau mengawini anak di bawah umur, seperti diatur dalam Pasal 77 yang menyebutkan bahwa diskriminasi terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami kerugian baik materiil maupun moril sehingga menghambat fungsi sosialnya dapat dipenjara paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp100 juta.
    
Definisi anak dalam UU Perlindungan Anak ini adalah yang usianya di bawah 18 tahun.

Sumber : Antara

Christina Hadiwijaya; Kisah Aktris Indonesia Menapaki Hollywood

9 Oktober 2008

Liku-liku Hollywood yang dulu hanya dibaca dan didengarnya kini langsung dialami Christina Hadiwijaya. Termasuk, seputar godaan berbau esek-esek antara pemain dan sutradara maupun produser. Sebuah persaingan dan tantangan klasik di balik gemerlap mimpi Amerika yang ditawarkan Hollywood.

RAMADHAN POHAN, Washington DC

BEBERAPA hari lalu, di televisi kabel CineMax ditayangkan film Married People, Single Sex: Urban Adultery. Di internet atau review film di Amerika, tayangan berdurasi 84 menit tersebut sering disingkat Married People saja. Film itu diberi peringkat rated R, Restricted (dibatasi) untuk usia penonton di atas 18 tahun.

Sebab, dalam bagian-bagian film tersebut terkandung bahasa dan isi yang sangat kental berunsur seks. Menjelang tengah malam, TV-TV di Negeri Paman Sam seperti CineMax, Showtime, atau HBO memang sering memutar film-film yang tergolong panas.

Bintang utama Married People produksi Mike Sedan Productions tersebut adalah Christina Hadiwijaya. Nama dan wajahnya memang khas berbau Indonesia. Saya pun segera mengumpulkan informasi, mencari tahu segala hal tentang dia, dan berbicara dengannya.

Married People adalah cerita liku-liku tiga pasangan Asia-Amerika, hitam (black), dan putih (white). Film itu merupakan drama percintaan yang membeberkan soal cemburu, egoisme, matre, dan kegembiraan hubungan badan. Penggarapan produksi Hollywood itu dibikin unik. Misalnya, diselingi wawancara ala film dokumenter. Namun, yang paling sensasional bukan di situ, melainkan hadirnya aktris asal Indonesia. Bukan semata disebabkan Christina mendapatkan peran utama (lead), tapi juga kenekatannya tampil telanjang bulat. Bagi negeri bebas seperti Amerika, hal itu tak masalah dilakukan sepanjang semua tetek bengek aturan hukum film tersebut dipatuhi.

Ada beberapa adegan Christina yang, saya yakin, 100 persen tak bakal lolos sensor jika dimainkan di Indonesia. Terutama, adegan persebadanannya dengan sang pacar di kamar mandi. Polos total. Dalam bak mandi (bathtub) kecil ukuran dua orang dewasa berjongkok itu, wanita ayu dan pasangannya tersebut berkencan hebat.

Pada adegan lain, Christina yang memerankan tokoh fiksi Allison tersebut begitu genit dan jalang tatkala menggoda serta mempermainkan nafsu lelaki hitam, David. Mereka berpelukan, berciuman, dan saling meraba secara hot sampai akhirnya Allison berhenti. Mengapa disetop? Allison mendadak merasa bersalah karena masuk ke dunia perselingkuhan.

Film Married People yang diproduksi pada 2002 dan kasetnya dipasarkan pada 2003 itu ternyata tergolong populer. Hingga kini, kaset DVD dan VHS-nya beredar luas di AS. Bahkan, di warung maya Amazon.com, film tersebut termasuk yang banyak diminati. Kaset video baru seharga USD 25 sampai yang bekas pakai seharga USD 5 banyak diperdagangkan di warung maya tersebut.

Di internet, film panas itu juga di-review analis, yakni bagus buruknya film tersebut dinilai secara keseluruhan berikut kepiawaian para bintangnya. Saya melihat Christina cukup beruntung dan lumayan karena diberi bintang empat, satu level di bawah kesempurnaan bintang lima. Teman-teman main Christina malah ada yang sekadar dikasih satu bintang.

Yang lebih menarik, berkat Married People itu, Christina masuk dalam jajaran aktris panas Hollywood. Saya menemukan data bahwa Christina menjadi maskotnya film tersebut. Di beberapa situs bayar internet, netter atau pelanggan diharuskan merogoh dolar untuk melihat kemolekan para aktris panas, termasuk Christina.

Dari penelusuran di internet, saya juga mendapatkan website milik dia: Error! Reference source not found.. Website tersebut berisi biografi, riwayat hidup singkat, foto-foto, dan segala hal mengenai karir seni Christina, terutama di Los Angeles, California. Tapi, di situs itu, Anda tidak akan mendapatkan segala hal yang hot seperti yang dicitrakan Married People. Di website itu, yang muncul adalah karakter Christina yang lain, yakni sebagai aktris serius dan penuh idealisme. Foto-foto yang dipajangnya pun serbasopan,  anggun, dan intelek. Christina menamatkan kuliah S-1 dan S-2 bisnisnya di Ohio.

Ketika saya mengontak Christina, yang muncul adalah sosok perempuan Indonesia atau tepatnya cewek Jakarta. Bahasanya lepas, gaul, dan sesekali diselingi bahasa Inggris. Tampaknya, dia kurang sreg karena saya main tembak langsung menanyakan keberaniannya berbugil ria di Married People.

“Waaah, Mas… Sebelum saya mulai, saya harus menjelaskan kepada Mas bahwa film Married People itu bukan film adult atau porno. Saya tidak akan pernah mau bermain film porno,” jelas Christina menjawab koran ini.

Wanita 28 tahun alumnus SMA Don Bosco II, Pulo Mas, Jakarta, itu menyatakan bahwa mama, papa, adik, dan teman-temannya menyebut film tersebut “hanya” rated R. Christina adalah anak sulung di antara dua bersaudara dari mamanya yang asal Bandung dan papanya dari Probolinggo. Kedua orang tua Christina berdomisili di Jakarta.

“Memang agak erotis, tapi bukan benar-benar film porno yang hardcore. Saya kaget sih Anda me-refer film itu as an adult film. Sebab, saya tidak pernah berpikir itu adalah adult film,” katanya agak protes.

Saya menjelaskan kepada Christina bahwa saya menyebut adult semata-mata karena TV CineMax menyebut demikian. Lagipula, istilah film adult (dewasa) memang tidak sama dengan film-film porno. Dalam film-film porno, adegan coitus-nya benar-benar seperti transparan dan eksplorasi seksnya memang liar serta menjijikkan. Sedangkan Married People masih menghormati faktor alur cerita, tema, serta akting. Dan, gambar seksnya belum termasuk kriteria porno abis.

Christina aktif mengikuti kursus akting di lembaga profesional di Los Angeles. Kini dia masih terdaftar di agen Cassandra Campbells Models & Talent yang beralamat di 1617 El Centro Ave Suite 19, Los Angeles,
CA 90028.

“Tentang Married People… ya itu memang film pertama saya berani bugil. Mengapa berani? Because, selain dibayar profesional, saya merasa comfortable dengan sutradaranya yang seorang perempuan dan other people yang terlibat di film itu,” ungkap Christina.

Saya memancing dia tentang adegannya di bak mandi yang seperti sungguhan. “Aduh Mas, ya nggak dong! Masak saya bener-bener beradegan seks? Cuma pura-pura atuuuh! Saya pasti nggak mau kalo disuruh bener-bener bermain seks. Wong saya a very happily married woman kok,” tegasnya.

Christina sudah menikah dengan pria asal Ohio, AS, yakni seorang insinyur sipil dan bekerja di bidang lingkungan (environment). Dia tidak berpindah kewarganegaraan mengikuti Rich, sang suami. Dia mengaku setia dengan paspor hijau Republik Indonesia. Sebab, toh green card yang dikeluarkan pemerintah AS sudah cukup membuat dirinya serbabebas tinggal dan bekerja di Negeri Paman Sam.

Apa komentar Rich atas Married People? “Saya mengatakan apa adanya kepada dia. Nah, saya menjelaskan bahwa Married People itu bukan adult film. Suami saya tahu. Dia membaca script-nya dan mendukung sepenuhnya. Jadi, dia sangat, sangat, dan sangat supportive terhadap karir saya,” ujar Christina.

Apakah tokoh Allison itu mencerminkan kehidupan pribadi Anda? Christina menegaskan bahwa figur yang diperankannya tersebut sangat bertolak belakang dengan kehidupan pribadinya. Ketika menyatakan hal itu, vokal Christina tampak gusar. Hal itu menyiratkan sikap antinya kepada Allison, cewek matre yang hanya suka membeli pakaian dalam (underwear) bagus-bagus serta pamer hedonisme.

“Saya kan independen, nggak tahan tinggal di rumah. Jadi, saya sama sekali nggak senang shopping. Ih…, benci banget dan nggak tahan deh. Saya lebih inteligen, ambitious, nggak males, dan a self-starter, nggak kayak Allison yang kerjanya nggaet cowok, nggak mau kerja, dan sengaja hamil biar dikawinin. Bleh…! Useless!, ” katanya enteng.

Boleh saja dia kurang puas dalam Married People. Tapi, justru gara-gara film itu dia dikenal dan mulai menapaki dunia Hollywood. Tawaran iklan dan model terus berdatangan. Bahkan, kini bertubi-tubi produser dan sutradara lain Hollywood menawarinya memainkan naskah-naskah baru. Banyak yang ditolak Christina, terutama yang melulu esek-esek.

Kapokkah dikau dengan adegan buka-bukaan dan bugil ria itu, Christina? Perempuan cakap bermata hitam dan berambut agak cokelat tersebut menggeleng. Soal telanjang tersebut sama sekali bukan menjadi pantangan dia. “Kalau ceritanya lumayan bagus dan adegan seks atau bugilnya memang penting untuk jalan ceritanya, ya oke saja,” tegasnya.

Sumber : Jawa Pos

Maria Ozawa Adalah Sosok Istri Idaman

8 Oktober 2008

Sosok Maria Ozawa memang banyak dikenal oleh kalangan publik sebagai bintang film Panas dari negeri matahari terbit. Sudah bukan rahasia lagi dikalangan pecinta nudis kalau kecantikan dan kemolekan tubuh Maria Ozawa mampu membuat mereka tergila-gila.

Maria Ozawa Miyabi adalah fenomena baru dalam dunia industri film porno di Asia setelah berakhirnya era Asia Carera pada tahun 90-an. Gadis muda berusia 21 tahun ini dengan sekejap menjadi kaya meskipun masih tinggal di apartemen yang disewanya sebesar 16 juta rupiah per bulan.

Meskipun banyak tawaran mengalir untuk hijrah keluar Jepang (Amerika dan Eropa) dan bermain dengan pria-pria bule, Miyabi tetap tidak mau dan tetap memilih tinggal di Jepang dan memilih pasangan main dari pria-pria lokal. Alasannya cukup masuk akal juga. Menurutnya “perabot” pria Jepang lebih kecil dan tahan lama dalam melakukan adegan syur dibandingkan pria bule yang menurutnya memiliki “perabot” lebih besar dan menyakitkan.

Gadis berdarah campuran Kanada-Jepang yang baru berusia 21 tahun ini, mengaku pertama kali berhubungan seks pada usia 13 tahun. Walaupun didaulat sebagai ratu porno asia figur seksi Maria Ozawa sangat didamba bagi kaum adam sebagai figur istri idaman terfavorit dari kalangan selebritis pada rubrik pooling ArthaZone. Maria Ozawa berhasil mengalahkan bintang seksi lainnya seperti Pamela Anderson, Britney Spears, dll.

Berikut adalah hasil pooling lengkap :

Maria Ozawa (27%)
Pamela Anderson (24%)
Britney Spears (18%)
Lindsay Lohan (13%)
Paris Hilton (12%)
Carmen Electra (6%)

Tapi walapun sudah menjadi terkenal dan sebanyak apapun uang yang ia hasilkan dari pekerjaannya saat ini, Miyabi adalah juga manusia normal yang juga merindukan orang tua, sahabat, teman-teman dan keinginannya untuk menikah seperti wanita kebanyakan. Jika saat ini ia melakukan seks untuk bisnis suatu hari nanti ia merindukan ada laki-laki yang ingin menikahinya. Andakah lelaki yang beruntung itu ?

Sumber : http://www.ngobrolaja.com

Dua Video Porno diproduksi Setiap Hari di Indonesia

8 Oktober 2008

Pornografi sudah begitu merajalela di Indonesia. Buktinya, hasil penelitian menunjukkan rata-rata dua video porno baru diproduksi setiap hari oleh anak muda di Indonesia, kemudian disebarluaskan melalui internet dan telepon genggam. Tindakan pornografi dalam bentuk apapun merupakan perbuatan ilegal di Indonesia dan pelakunya diancam hukuman pidana.“Saat ini telah beredar lebih dari 500 judul film porno buatan lokal, 90 persennya dibuat oleh anak-anak muda di Indonesia,” kata penulis buku ’500+ Gelombang Video Porno Indonesia’, Seno Set di Yogyakarta, Minggu (26/8). Seperti dilaporkan Antara, buku itu berisi hasil penelitian, wawancara, investigasi dan segala hal tentang fenomena pembuatan video porno secara ilegal dengan menggunakan telepon genggam di Indonesia.

“Penggunaan telepon genggam sebagai media pembuatan dan penyebaran video porno tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi hampir di seluruh wilayah negeri ini,” katanya. Menurut dia, penyebaran video porno, yang merupakan kejahatan dan perbuatan terlarang tersebut, telah menghamburkan uang yang jumlahnya tidak sedikit, dan uang tersebut menjadi keuntungan bagi pelaku bisnis video porno di internet.

Ia menyebut contoh video porno Yahya Zaini-Maria Eva telah diakses 19,6 juta kali oleh pengguna internet, dan jika sekali download dibutuhkan biaya minimal Rp1.000, maka para pengguna internet telah menghabiskan uang sedikitnya Rp19,6 miliar. Berdasarkan pengamatannya, setiap situs porno yang berada di internet menyediakan antara 300 hingga 400 koleksi video yang bisa diakses para pengguna internet. Ada yang gratis, namun ada pula yang diperjualbelikan.

Menurut dia, ada beberapa motif yang melatarbelakangi pembuatan video porno oleh kalangan muda. Di antaranya hanya sekedar iseng, karena perasaan cinta antara dua orang, adanya kamera tersembunyi, untuk tujuan komersial, dan untuk kejahatan.

“Kondisi sekarang sepertinya semakin parah, dan mulai ada indikasi motif pedofilia yaitu melibatkan anak-anak dalam pembuatan video porno,” katanya. Sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi seperti itu, Seno beserta rekan-rekannya menggalakkan kampanye “Anak Muda Indonesia: Jangan Bugil di Depan Kamera” yang mulai dilakukan sejak April 2007 di seluruh wilayah Indonesia terutama di kota-kota besar.

Buku yang diterbitkan oleh penerbit Andi Offset Yogyakarta ini diluncurkan pada Minggu (26/8) malam di Yogyakarta. Meski baru diluncurkan, buku itu telah beredar luas, dan kini akan memasuki cetakan kedua. Cetakan pertama yang disebarkan sebanyak 4.000 eksemplar.

Sumber : http://www.oyr79.com

Surat dari Bekas “Artis Porno”

8 Oktober 2008

Shelley Luben mantan aktris porno mengaku bisa keluar dari dunia gelap bernama ‘industri pornografi’ dan memilih menjadi aktivis melawan ekploitasi seksual terhadap gadis-gadis muda Amerika.

Gadis cantik, bertubuh seksi dan mata yang membangkitkan gairah seakan-akan berkata “i want You”. Itu kesan yang terlihat di setiap sampul film porno. Tapi, bisa jadi itulah tipuan terbesar sepanjang masa.

Inilah kisah dan pengakuan Shelley Luben tentang masa buruk dan seluk beluk industri maksiat itu. Tulisan ini diturunkan sebagai pelajaran bagi kita semua. Terutama para aktivis yang “menurut mata” terhadap dampak industri pornografi.

Percayalah, Aku tahu !!

“Aku dulu pernah melakukannya sepanjang waktu dan aku melakukannnya karena Nafsuku akan kekuasaan dan kecintaanku kepada uang. Aku tidak pernah menyukai seks. Bahkan Aku tidak menginginkannya dan faktanya aku lebih banyak minum Jack Daniels (jenis minuman alkohol import original. Sejenis Jhonny Walker yang juga masuk Indonesia, red) daripada bersama para pria yang dibayar seperti aku untuk “berpura-pura” di film.

Ya Benar tidak ada diantara kami –gadis-gadis blonde yang menyukai being in porn movie. Kami benci disentuh oleh orang asing yang sama sekali tidak peduli dengan kami. Kami benci dianggap rendah oleh mereka, laki-laki dengan keringat dan bau busuknya. Beberapa diantara kami sering sampai muntah di kamar mandi saat break syuting. Sedangkan yang lainnya berusaha menenangkan diri dengan merokok Marlboro tanpa henti.

Tapi porn industry (industri pornografi) ingin agar kamu selalu berpikir kalau kami artis porno sangat menyukai seks. Mereka ingin kamu percaya bahwa kami senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis adegan di film.

Kenyataannya, artis porno sering tidak tahu apa saja adegan yang akan mereka lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting dan kami hanya diberi dua pilihan oleh produser: “Lakukan atau Pulang Tanpa Bayaran. Kerja atau tidak akan bisa kerja lagi.”

Iya memang benar kami punya pilihan.

Beberapa diantara kami memang sangat memerlukan uang. Tapi kami dimanipulasi, dipaksa bahkan diancam.

Beberapa diantara kami terjangkit AIDS karena profesi ini. Atau tertular herpes dan berbagai macam penyakit kelamin lain yang sukar disembuhkan. Salah seorang artis film porno setelah syuting dengan menahan sakit sepanjang hari setelah sampai dirumah menembak kepalanya dengan pistol.

Kebanyakan dari artis porno mungkin berasal dari keluarga yang berantakan dan pernah mengalami pelecehan seksual dan perkosaan dari keluarga atau tetangganya sendiri. Saat kami kecil kami hanya ingin bermain dengan boneka, bukan mendapatkan trauma saat seorang laki-laki dewasa berada diatas tubuh kami.

Jadi sejak kecil kami belajar bahwa seks bisa membuat kami berharga. Dan dengan semua pengalaman mengerikan itu kami menipu kalian di depan kamera padahal sebenarnya kami membenci di setiap menitnya.

Karena trauma itu kebanyakan artis porno hidupnya tergantung kepada alkohol dan narkotika. Dan hidup kami juga selalu diliputi ketakutan akan terjangkit HIV atau penyakit kelamin lainnya seperti; Herpes, gonorrhea, syphilis, chlamydia, dll. setiap hari menghantui kami.

Menurut catatan Shelley dalam situs web nya. Sebelas bintang pornografi mati akibat HIV, bunuh diri, pembunuhan dan obat pada tahun 2007. Antara 2003 dan 2005, 976 orang pemain dilaporkan dengan 1.153 hasil positif STD. 66% dari pemain pornografi terkena Herpes, penyakit yang tak dapat disembuhkan.

Memang setiap bulan kami diperiksa tapi kamu tahu, kalau hal tersebut tidak akan bisa mencegah kami tertular penyakit-penyakit mematikan itu. Selain penyakit, adegan syuting tidak kalah mengerikannya, banyak dari kami mengalami luka sobek atau luka pada organ tubuh bagian dalam kami.

Diluar syuting kami sering berharap bisa menjalani hidup yang normal. Tapi sangat sulit menjalin hubungan yang normal dengan laki-laki ‘biasa’, maka dari itu kebanyakan dari kami menikah dengan sutradara film porno atau menjalani hidup sebagai lesbian.

Buat aku, momen yang tidak akan terlupakan adalah ketika tanpa sengaja anak perempuanku melihat ibunya yang telanjang sedang berciuman dengan gadis lain. Anakku pasti akan terus mengingatnya juga.

Pada hari yang lain kami bisa berubah seperti zombie dengan botol bir di tangan kanan dan gelas wisky di tangan kiri. Kami tidak suka bersih-bersih jadi sering kali kami harus menyewa pembantu untuk membersihkan kotoran kami. Selain itu artis porno benci memasak sendiri. Biasanya kami memesan makanan yang kemudian kami muntahkan lagi karena kebanyakan dari kami menderita bulimia, semacam gejala lapar yang tidak pernah terpuaskan.

Bagi artis porno yang memiliki anak, kami adalah ibu yang paling buruk. Kami menjerit dan bahkan memukul anak kami tanpa alasan. Seringkali saat kami begitu mabuknya sampai-sampai anak kami yang berumur 4 tahun yang menyeret kami dari lantai. Dan ketika ada tamu (kebanyakan karena alasan seks) kami harus mengunci anak kami terlebih dulu dikamar dan menyuruh mereka untuk diam.

Kalau aku biasa membekali anak gadisku dengan pager dan kusuruh dia menungguku di taman sampai aku selesai dengan tamuku.”

Semua Tipuan…

“Kalau kamu bisa melihat lebih dalam kehidupan artis film porno mungkin kamu akan kehilangan minat menonton film porno. Kenyataan sebenarnya kami artis film porno ingin mengakhiri semua rasa malu ini dan semua trauma dalam hidup kami. Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukannya sendiri.

Kami berharap kalian kaum pria membantu kami, memperjuangkan kebebasan dan kehormatan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami menghapus air mata dan menyembuhkan luka di hati kami. Kami berharap kalian mau berdoa untuk kami dan semoga Tuhan akan mendengar dan mengampuni semua kesalahan kami di masa lalu.

Industri film porno tidak lebih dari “seks palsu” dan “tipuan kamera”. Percayalah…….!

[Kiriman Abidin MA diambil dari situs http://www.shelleylubben.com Tulisan ini didedikasikan oleh Shelley untuk semua aktris pornografi yang terjangkit HIV, meninggal akibat overdosis atau bunuh diri]

Nonton Film Porno Di Atas Pesawat

8 Oktober 2008

Kini orang-orang Amerika bebas mengakses film porno dan melihat foto-foto bugil di internet.

Beberapa maskapai penerbangan di Amerika kini memiliki fasilitas WiFi dan memungkinkan penumpang menggunakan fasilitas internet di atas pesawat sambil menunggu tiba di tujuan Beberapa maskapai perusahaan membuka akses internet sebebas-bebasnya sementara beberapa maskapai lain memblokir beberapa jenis content yang dianggap tidak pantas.

American Airlines adalah perusahaan maskapai penerbangan Amerika pertama yang membuka content bebas di pesawat. Artinya setiap penumpang yang mengunakan dan membuka seluruh layanan internet di pesawat termasuk membuka situs-situs porno.

Sementara itu, JetBlue Airways memilih untuk memblokir beberapa website yang mengandung unsur pornografi. Continental Airways berencana mengikuti jejak JetBlue memfilter beberapa content internet di pesawat.

Jika penumpang bersama anak kecil duduk bersebelahan seorang penumpang yang sedang berinternet ria dengan membuka situs porno maka anda bisa mengajukan protes kepada pramugari pesawat agar penumpang tersebut menghentikan kegiatannya.

Pembukaan akses internet tidak terbatas di Amerika menimbulkan kontroversi dan perdebatan antara pihak maskapai dengan Asosiasi pekerja pesawat di negara tersebut. “Anda bebas mengakses apa saja di atas pesawat ini,” ujar Tim Maxwel, Direktur Pemasaran Aircell, sebuah perusahaan penyedia jasa internet di Amerika.

Sara Nelson dari United Airlines’ union, Association of Flight Attendants-Communications Workers of America keberatan dengan pembukaan akses tidak terbatas tersebut. “Meminta pramugari untuk menegur penumpang yang membuka situs porno adalah masalah besar bagi kami,” ujarnya -

Sumber :  http://www.konseling.net

Gadis Indonesia Menjadi Bintang Porno di Amerika

8 Oktober 2008

Amerika Serikat memang terkenal dengan industri film pornonya. Ribuan judul dibuat tiap tahunnya. Ternyata di antara bintangnya yang kebanyakan bule, terdapat wanita warga negara Indonesia.

Sebut saja Jade Marcella, wanita yang banyak mempunyai nama samaran itu mengaku lahir di Tegal, Jawa Tengah. Meskipun dia ditulis lahir di Hawai, tapi kedua orang tuanya asli Idonesia.

Hengkangnya Jade dari tanah air menuju negeri Paman Sam dikarenakan ingin mengadu nasib, namun keberuntungan justru menyeretnya ke industri film porno Hollywood.

“Keinginan saya ingin menyamai popularitas Asia Carerra. Asia punya ciri sendiri, oriental. Saya datang dari negara dengan ras berkulit sawo matang dan saya bangga karenanya.” kata Jade.

Selain jade, ada juga Nyomi Marcella yang tak lain adalah adik dari Jade yang juga bekerja di industri film porno. Kakak beradik ini telah membintangi lebih dari 100 judul film porno.

Christina Hadiwijaya adalah nama lainnya yang berani tampil bugil dalam sebuah film. Dalam film berjudul “Married People, Single Sex: Urban Adultery”, Ia mendapatkan peran utama sebagai tokoh Allison. Ia tampil telanjang bulat dan melakukan adegan bercinta dengan sang pacar di kamar mandi.

“Film ‘Married People’ itu bukan film adult atau porno. Saya tidak akan pernah mau bermain film porno. Istilahnya itu film rated R. Saya berani bugil karena dibayar profesional,” kata Christna.

Apapun tanggapan publik terhadap mereka, Jade, Nyomi, dan Christina mengaku sudah nyaman dengan apa yang dijalankannya sekarang.

Sumber: Rileks.com

Friendster Dukung Aplikasi dari Komunitas Pengembang Facebook

7 Oktober 2008

Friendster Sekarang Jaringan Sosial Utama Pertama Yang Menyebarkan Baik Standar Platform OpenSocial maupun Facebook bagi Para Pengembang di Seluruh Dunia

SAN FRANCISCO, 3 Oktober (ANTARA/PRNewswire-AsiaNet) — Friendster Inc., situs web yang masuk jajaran 10 besar dunia berdasarkan lalu-lintas (traffic) sekaligus jaringan sosial nomor satu di Asia,* hari ini mengumumkan telah menyebarkan dukungan bagi Platform Facebook di http://www.friendster.com sebagai bagian dari Program Pengembang Friendster. Puluhan ribu pengembang sekarang dapat memperkenalkan aplikasi dan fitur yang mereka buat di Platform Facebook kepada 80 juta pengguna Friendster di seluruh dunia. Friendster adalah jaringan sosial utama pertama sekaligus situs web sosial dari jenis mana saja yang menyebarkan baik standar industri de facto OpenSocial maupun Facebook untuk keuntungan pengguna Friendster dan komunitas pengembang. Dengan dukungan aplikasi pengembang di Facebook dan peluncuran dukungan OpenSocial baru-baru ini, perusahaan dan pengembang perorangan kini dapat menggunakan dengan mudah Platform Facebook, API OpenSocial atau API yang dikembangkan Friendster untuk menyebarkan aplikasi, atau “apps” mereka, di Friendster. Dengan lebih dari 60 juta dari 80 juta penggunanya di Asia, Program Pengembang Friendster kini memberikan cara mudah bagi pengembang untuk menjangkau kelompok terbesar pengguna internet pada satu jaringan sosial di Asia. Aplikasi pengembang di jaringan Friendster memperkaya pengalaman pengguna dengan menyediakan ratusan fitur baru dan menarik untuk digunakan dan dibagi, dengan fitur baru yang ditambahkan setiap pekannya. Ratusan fitur baru ini berupa musik, permainan, avatar tiga dimensi, dunia dan pengalaman maya, obrolan kelompok, video, foto, olahraga, acara televisi, hiburan, serta berita dan informasi. Bagi pengguna Friendster, aplikasi memberikan cara lain untuk berhubungan dengan teman dengan menggunakan dan merekomendasikan aplikasi baru. Program Pengembang Friendster memungkinkan Friendster memperkenalkan sejumlah besar fitur baru dan inovatif kepada penggunanya yang dibuat di luar oleh para pengembang. Dengan ini, Friendster menjadi platform bagi pengembang pihak ketiga untuk memperluas jangkauan dan distribusinya. “Dukungan Friendster atas baik platform Facebook maupun OpenSocial merupakan keberhasilan besar bagi pengembang bisnis dan perorangan, dan juga bagi para pemakai Friendster,” kata David Jones, wakil presiden bidang pemasaran global Friendster. “Bagi pengembang yang telah menginvestasikan sumber daya dalam mengembangkan dan meluncurkan app Facebook, Friendster kini telah mempermudah mereka ‘memasang’ aplikasi ini ke Friendster, sehingga memungkinkan mereka memanfaatkan 80 juta pemakai Friendster. Bagi perusahaan Web 2.0 yang telah mengembangkan apps menggunakan Facebook dan API OpenSocial, mereka sekarang punya fleksibilitas untuk memilih antara pendekatan apabila meluncurkan aplikasi di Friendster.” Friendster merupakan tujuan yang menarik bagi komunitas pengembang untuk meluncurkan aplikasi yang sudah ada atau baru, karena banyak pengguna Friendster tidak bertumpang tindih dengan pemakai jaringan sosial lain. Contohnya, Friendster hanya bertumpang tindih 22% dengan Facebook,* oleh karenanya 78% dari 57 juta pengunjung unik bulanan Friendster** — atau 45 juta pengunjung unik bulanan — menambah jumlah pengembang Facebook. Di samping itu, para pengembang bebas menguangkan aplikasi mereka menggunakan model keuangan mana saja di Friendster. Iklan dibolehkan di mana saja dalam suatu aplikasi, termasuk halaman profil pengguna, yang memberi potensi bagi peningkatan dramatis kunjungan ke halaman (page view) dan pendapatan yang berhubungan dari iklan. Friendster juga membuat dukungan viral penuh bagi pengembang, sehingga pemakai dapat berbagi aplikasi dengan cepat dan mudah dengan teman di Friendster. Pengembang dapat memasang dengan mudah aplikasi Facebook mereka pada Friendster dalam waktu beberapa jam atau hari. Pengembang dapat masuk ke http://www.friendster.com/developer untuk keterangan tambahan, unduhan dan memasukkan kumpulan API Facebook dalam kode mereka (lihat Downloads), dan memperoleh kunci API menggunakan formulir web swalayan kami (lihat Get API Key). Kebanyakan aplikasi mudah dipasang pada Friendster, dengan yang termudah adalah yang menggunakan metode API, cantelan FBML, keterangan FQL atau FBJS yang disebarkan sebagai bagian dari keluaran utama ini. Rincian dan dokumentasi tambahan terdapat di http://www.friendster.com/developer. Dukungan Platform OpenSocial dan Facebook merupakan dua peningkatan utama atas Program Pengembangan Friendster yang telah berhasil, yang diluncurkan pada akhir tahun 2007. Friendster baru jaringan sosial utama kedua yang meluncurkan platform pengembang kuat yang, saat ini, telah berhasil bagi pengguna maupun pengembang. Sejak diluncurkan, lebih dari 12 juta pemakai unik telah menambahkan aplikasi, dan sekitar setengah juta aplikasi tengah ditambahkan oleh pemakai pada halaman profil mereka setiap hari. Saat ini terdapat ribuan pengembang yang mendaftar untuk memperoleh Program Pengembang Friendster, kasarnya 2.000 anggota Kelompok Platform Pengembang Friendster di Friendster, lebih dari 600 aplikasi telah disebarkan di Friendster, dan ribuan lagi saat ini tengah dikembangkan oleh pengembang pihak ketiga. Friendster menggunakan keluaran Platform Terbuka Facebook yang tersedia untuk umum menurut izin standar. Facebook menyadari pelaksanaan ini. Friendster Memimpin di Asia dan Masuk dalam Jajaran 10 Besar Website Dunia Friendster adalah jaringan sosial No. 1 di Asia,* dengan lebih dari 60 juta pengguna yang terdaftar dan lebih dari 45 juta pengunjung unik setiap bulan dari Asia.** Asia adalah pasar terbesar pengguna Internet (di Asia terdapat 38% pengguna Internet dunia sementara di AS hanya 22%), dan Asia merupakan kawasan yang berkembang paling pesat di dunia. Friendster punya pengguna setia yang bertambah banyak di seluruh Asia di 10 besar negara Asia Pasifik ini: Australia, China, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura dan Korea Selatan. Friendster adalah 10 besar situs web global dan jaringan sosial terbesar ketiga di dunia dalam hal lalu-lintas, dengan lebih dari 19,4 miliar page view per bulan.* Friendster No.1 dalam hal “user engagement” di antara lima besar jaringan sosial terbesar di dunia dengan rata-rata 190 menit per pengunjung per bulan. Tentang Friendster Dengan lebih dari 75 juta anggota di seluruh dunia, Friendster adalah jaringan sosial online global terkemuka. Friendster memfokuskan pada membantu orang-orang untuk tetap berhubungan dengan teman-teman dan menemukan orang-orang dan hal-hal baru yang penting bagi mereka. Orang dewasa berusia di atas 18 tahun yang mengakses Internet memilih Friendster untuk berhubungan dengan teman, keluarga, sekolah, kelompok sosial, kegiatan dan minat. Friendster bangga dapat menghadirkan lingkungan ramah interaktif yang mudah digunakan, tempat pengguna terhubung secara mudah dengan siapa saja di seluruh dunia melalui http://www.friendster.com atau m.friendster.com dari peralatan mobile yang terhubung dengan Internet. Friendster memperoleh portofolio hak paten jaringan sosial yang jumlahnya terus meningkat, dengan beberapa hak paten baru diharapkan akan diperoleh dalam beberapa bulan mendatang. Dengan kantor pusat di San Francisco, Friendster didukung oleh Kleiner Perkins Caufield & Byers, Benchmark Capital, DAG Ventures, IDG Ventures dan sejumlah investor perorangan.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: www.friendster.com.

*comScore Media Metrix, June 2008 ** Google Analytics and Friendster Internal Data, July 2008

SUMBER: Friendster, Inc.

KONTAK: Lerin O’Neill dari The Hoffman Agency +1-408-975-3037 Ponsel: +1-408-832-7083 press@friendster.com untuk Friendster

Situs Web: http://www.friendster.com COPYRIGHT © 2008


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.